CAE E-Learn

Current Status
Not Enrolled
Price
Free
Get Started

Tele practice Terapi Wicara

Current Status
Not Enrolled
Price
Free
Get Started

Anda belum terdaftar dikelas ini.

Di tengah situasi pandemi COVID-19 dan pysical-social distancing yang harus dijalankan banyak orang, rutinitas sehari-hari menjadi berubah. Mau tidak mau, aktivitas interaksi secara langsung dengan orang lain, beralih kepada sesi daring (online). Termasuk para pendidik dan profesional seperti guru dan terapis, yang mengajar dan memberikan intervensi secara langsung kepada anak, sekarang banyak dilakukan dari jarak jauh, via online.

Untuk terapi wicara, ada praktik telepractice (teleterapi) – memberikan terapi melalui perangkat media daring. Pertanyaannya, apakah hal itu memungkinkan dijalankan secara tele? Bagaimana efektivitasnya? Apa keuntungan dan keterbatasan yang ada? Dan seperti apa bentuknya? Bersama Sheila Hadikoesoemo seorang speech therapist pathologist yang sehari-hari bekerja membantu permasalahan anak-anak dengan gangguan komunikasi, memaparkan praktik teleterapi terutama untuk terapi wicara.

Sheila adalah Master of Science di bidang Communication Sciences and Disorders dari Baylor University. Beliau juga menyandang gelar profesi Certificate of Clinical Competence (CCC) Speech-Language Pathologist (SLP) dan merupakan anggota dari American Speech-Language and Hearing Association (ASHA). Sehari-hari, Sheila adalah direktur klinik tumbuh kembang bernama Chrysallis Pediatric Development Facility di Jakarta Barat. Saat ini beliau juga menjadi pengajar di Lembaga Pelatihan Profesi Cipta Aliansi Edukasi Indonesia dan Poltekkes, Surakarta, Solo. Cipta Aliansi Edukasi memberikan pelatihan-pelatihan bersertifikat kepada para pendidik (orangtua, guru, pemerhati anak, caregiver, dan profesional) di bidang tumbuh kembang dan pendidikan anak dengan berbagai permasalahan belajar.