Komunikasi augmentatif dan alternatif (KAA) adalah cara komunikasi yang berdasarkan riset meningkatkan komunikasi fungsional individu-individu dengan kebutuhan komunikasi kompleks.
Anak-anak dan orang dewasa dengan permasalahan bicara dan bahasa mungkin membutuhkan cara lain dalam berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. KAA atau Augmentative and Alternatif Communications (AAC) adalah alat pengganti atau pelengkap komunikasi bagi individu yang kesulitan berkomunikasi secara lisan maupun tertulis.
KAA/AAC sangat fungsional bagi individu berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas dari segala umur, seperti: Cerebral Palsy, Autism Spectrum Disorder, gangguan bicara karena stroke, developmental appraxia of speech, hingga orang-orang dengan gangguan intelektual.
Lalu apa saja bentuk-bentuk AAC yang dapat digunakan? Bagaimana menerapkannya dan adakah prosedur penggunaannya? Usia berapa anak dapat menggunakan AAC? Apakah AAC dipakai menetap seumur hidup? Siapa saja yang dapat membantu menggunakan AAC bagi individu berkebutuhan khusus?
Bersama Joirez Nayoan, M.SLP, seorang Speech-Language Pathologist/Terapis Wicara-Bahasa, video belajar e-learn CAE ini membahas Komunikasi Augmentatif dan Alternatif serta Penggunaannya. Video belajar ini diambil dari rekaman seminar daring, 11 Februari 2023, yang berjudul: Augmentative and Alternatif Communication bagi Anak/Individu dengan Kesulitan Berbicara dan Berbahasa.
